Monday, October 15, 2012

Hemat Energi Atasi Pemanasan Global

Keadaan Bumi belakangan ini sudah sangat memprihatinkan. Tengok saja kekeringan panjang yang melanda di berbagai belahan dunia, belum lagi perubahan cuaca yang tidak sedikit memakan banyak korban, ditambah ancaman dari alam untuk kehidupan di masa depan. Sekarang sudah saatnya, pupuk tekad untuk bergerak bersama turut serta dalam program peduli Bumi dan atasi pemanasan global.

Fakta yang Terjadi

Penggunaan energy oleh manusia di dunia menjadi penyumbang terbesar dari lepas gas-gas rumah kaca ke atmosfer Bumi, sekitar 2/3 gas rumah kaca di atmosfer diemisikan sebagai akibat dari aktivitas penggunaan energy oleh manusia. Saat Kamu menonton televise, mendengarkan radia, me-charge handphone, membaca di bawah sinar lampu atau kegiatan lainnya, semua itu memberikan andil pada diemisikannya gas-gas rumah kaca ke atmosfer Bumi.

Kita ketahui bersama bahwa kadar gas rumah kaca yang tinggi yang ada di atmosfer Bumi akan meningkatkan temperature global Bumi. Dampaknya tentu saja tidak kita inginkan. Bencana alam, perubahan ekosistem, punahnya hewan, kelaparan, muncul berbagai penyakit dan lain-lain yang kesemuanya itu hanya merugikan kita semua.

Deforestasi Memperparah Keadaan

Oke, penggunaan energy sepertinya memang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas manusia. Namun, hendaknya itu semua diiringi dengan upaya menangani tingginya emisi gas rumah kaca ke atmosfer Bumi. Cara palin ampuh yang bisa dilakukan adalah dengan menanam pohon. Pohon dapat mengambil Karbon dioksida yang ada di udara (gas rumah kaca yang paling penting ) untuk kemudian menggantinya dengan melepas oksigen ke atmosfer. Tapi apa yang terjadi sekarang? Bukannya kita menanam banyak pohon, Kita malah sibuk menebangnya, bahkan sampai menggunduli hutan segala dan akhirnya terjadi deforestasi pada tingkat yang parah. Hendaknya kita semua sadar bahwa kita hidup tidak sendiri, tetapi berdampingan dengan alam yang punya mekanisme sendiri dan akan menyimpang jika keadaan tidak seimbang.

Kita, manusia, bukannya tidak tahu tentang hal itu, namun seringkali keserakahan membutakan segalanya hingga akhirnya alam pun murka.

No comments:

Post a Comment